Selasa, 21 Februari 2012

Download Nasyid Anak-Anak Sesion 2

1. AW - Cinta Kepada Allah
2. AW - Dijalan Allah
3. AW - Dzikir

4. AW - Ibu Bapak Guru
5. AW - Janji
6. AW - Kesekolah (Acapella)


AYO KOLEKSI NASYID ANAK-ANAKNYA SEKARANG JUGA !!! INSYA ALLAH GRATIS + HALAL.. MASIH ADA YANG LAINNYA... DITUNGGU DOWNLOAD NASYID SESSION 3... GO NASYID INDONESIA... GO ANN... ALLAHU AKBAR !!!

Baca Selengkapnya......

Selasa, 14 Februari 2012

Download Nasyid Untuk Anak-Anak

1. AW - Allah
2. AW - Anak Yang Sholeh Versi 1
3. AW - Anak Yang Soleh Versi 2

4. AW - Belajar Membaca
5. AW - Berdzikir
6. AW - Cinta

Untuk yang lainnya, ditunggu saja... Masih banyak lagu yang lainnya.. untuk sementara 6 dulu.. ditunggu yooooo !!!

Baca Selengkapnya......

Sabtu, 12 November 2011

Tips Buat Tim Nasyid Pemula Acapella dan Haroki

Tim pemula yang penulis maksud disini adalah tim-tim yang mungkin baru terbentuk atau masih memiliki kemampuan vokal dan performance yang rendah. Sebagai seorang pengurus ANN Jateng, yang sering ngantor di ANN rumah kita (Jalan Ngesrep Timur IV No. 18 , lho kok jadi promosi he he), penulis tentu sering berjumpa dengan berbagai macam tim nasyid binaan ANN Jateng baik dari segi umur tim, branding tim, ataupun genre nya. Entah itu untuk keperluan latihan, koodinasi tampil, dan sebagainya. Beberapa di antaranya dikategorikan Tim nasyid pemula. Istilahnya Alief (staf diklat ANN Jateng), masih level 1 he he. Berdasarkan interaksi tersebut, penulis mendapatkan beberapa tips yang bisa di share buat munsyid atau pelatih yang kebetulan melatih tim pemula.

1. Pilih Lagu yang sederhana
Seringkali pelatih atau tim terjebak dengan hasrat ingin cepat bagus. Biasanya mereka memilih lagu-lagu yang bagus dari tim nasyid senior, namun memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Sebagus apapun materi personil, tentu butuh proses agar mereka bisa menyanyikan lagu-lagu yang sulit. Jika lagu yang sulit tetap dipaksakan, maka besar peluang lagu tersebut akan kurang maksimal dibawakan tim tersebut. Selain itu, tim akan berkutat dalam waktu yang lama menggarap lagu ini (karena gak jadi-jadi he he). Kalau sudah begitu, pertengkaran-pertengkaran internal tim atau futur (baik pelatih maupun munsyidnya) akan rawan terjadi. Wuih, bahaya kan? Sebagai contoh lagu sederhana, misalnya ABG (JV), Pagi Ramadhan (Snada), Benteng Kebenaran (Izzatul Islam), Gantole (Gradasi), pembaca mungkin punya contoh yang lain? Yang jelas sesuaikan dengan kemampuan tim. Makin rendah kemampuan tim, mereka harus memulai dari lagu yang sesederhana mungkin.


2. Buat Aransemen sesimpel mungkin
Sering penulis temui beberapa munsyid terlihat tidak begitu antusias jika aransemen lagu yang mereka bawakan terkesan (lebih tepatnya dikesankan) simpel menurut mereka. Penulis pernah menemui sebuah tim yang sebetulnya berbakat tapi masih baru. Suatu ketika mereka mencoba latihan sebuah lagu dengan aransemen acapella yang sedikit jazz/bosas, namun setelah berulang kali dibawakan hasilnya tetap kurang maksimal (karena memang belum saatnya bagi tim tersebut membawakan aransemen yang rumit). Akhirnya, suatu hari Divisi Diklat ANN Jateng mencoba membuat aransemen acapella lagu tersebut lebih ringan buat sang tim. Tak dinyana tim tersebut malah lebih mampu tampil maksimal dengan aransemen ringan. Simpel bukanlah hal yang hina. Menurut penulis, adalah hal yang biasa jika sebuah tim tampil memukau dengan lagu yang memerlukan teknik vokal yang tinggi atau aransemen yang rumit. Tapi, adalah hal yang luar biasa jika tim tampil memukau, namun dengan lagu yang simpel. Sebuah tim di Jateng malah menjadikan simpel sebagai branding mereka. Yang jelas, mau aransemennya rumit atau simpel, yang terpenting pesan lagu tersebut tersampaikan


3. Latih performance plus ekspresi
Seorang pelatih ANN Jateng menyatakan, bagus tidaknya sebuah tim nasyid itu terlihat dari 50 % vokal dan 50 % performance. Bahkan, dalam kompetisi Nasional sebesar FNPI (Festival Nasyid Pemuda Indonesia), untuk penyisihan zona, kategori peniaiannya terdiri dari 4: Vokal, Aransemen, Ekspresi, dan Performance (koreo, kostum, kekompakan pas tampil dsb) dengan proporsi yang sama. So, gak ada salahnya jika tim pemula juga melatih hal ini. Melatih performance bisa menjadi obat anti mati gaya dan demam panggung juga lho. Mungkin karena sudah terbiasa tampil dengan ekspresi dan perform saat latihan, maka tim tidak perlu menjadi zombie karena kaku ketika penampilannya. Untuk tim Haroki, latihan ekspresi semangat, sedih, marah, bisa menjadi bekal yang penting. Gak seru kan, kalau tim bermaksud membuat penonton sedih dan trenyuh dalam lagu palestina, tapi yang ada malah penonton senyum-senyum karena pandangan grogi dan kosong tim saat menyanyi.


4. Sabar
“Kalau baru keluar dari kepompong, jangan terbang terlalu jauh.” Kata-kata itu keluar saat seorang pelatih ANN melatih tim binaannya yang baru menjadi kupu-kupu muda. Buat tim-tim baru, pilihlah event-event yang sifatnya masih ringan, sehingga ketika gagal, gagalnya tidak begitu fatal. Jangan dulu coba-coba tampil di walimahan atau hotel, jika kemampuan belum mencukupi. Bisa ditebak hasilnya akan memalukan dan menjadi kenangan seumur hidup (ini beneran lho :)) Tunggu dan bekerja keraslah, sehingga mampu menjadi kupu-kupu yang memiliki sayap yang kuat. Dari segi pasar, begitu tim melakukan kegagalan yang fatal, pasar eksklusif akan segera mem-blacklist tim tersebut. Kan kasihan, peluang dakwahnya jadi berkurang.
Buat pelatih yang melatih tim baru, sabar bisa jadi begitu dahsyat. Kesalahan-kesalahan, kemalasan-kemalasan, dan kegagalan-kegagalan adalah hal yang biasa dalam tim baru. Jika pelatih bersama timnya bisa melalui fase ini, maka Insya Allah tim akan bisa lebih tegar dan eksis.


5. Siapkan banyak amunisi
Penulis sangat senang ketika seorang munsyid dari tim pemula bertanya “Mas, sirine yang ditiup oleh tim A itu apa ya? Fungsinya buat apa?” Usut punya usut ternyata yang dimaksud munsyid tadi adalah stand flute, yang berfungsi untuk mencari dan mengingatkan nada dasar. Tim pemula sebaiknya memiliki alat-alat pembantu latihan seperti standflute, kastanyet (buat mengatur tempo. Bentuknya dua buah bundaran plastik kecil, terlihat seperti kerang, yang bisa dibenturkan, sehingga menghasilkan bunyi ‘tuk’), dan yang lain. Selain itu, Ada banyak sekali artikel belajar bernasyid, belajar menguasai alat bantu seperti gitar dan keyboard merupakan amunisi yang akan sangat membantu proses berkembang tim. Pengalaman penulis menjadi pemandu sebuah tim, biasanya munsyid yang bisa bermain gitar/alat musik, melatihnya lebih mudah dibanding yang tidak.
Buat tim pemula dan pelatihnya selamat mencoba. Tetap semangat dan ditunggu sharenya ^_^ (FRM_divisi Media ANN Jateng)


Tambahan dari jundan (salah satu munsyid kalimantan) : "Nmbh dikit, jgn sungkan utk mnjalin hubungan dan share dg penyanyi2/musisi2 lainnya walau mrk tdk trjun di dunia nasyid. Kita bs belajar sekaligus syiar kpd mrk, syukur jika mrk jg mau turut serta membesarkan nasyid. Keep spirit..!"
jazakallah :)


sumber:annjateng.blogspot.com

Baca Selengkapnya......

Tips untuk Memenangkan Festival (bagi Tim Nasyid Baru)

Beberapa kali saya jadi juri nasyid, banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya. Dan ini adalah rangkuman dari pengamatan saya selama menjadi juri nasyid, khususnya juri untuk nasyid berkelompok (bukan solo). Dari pengamatan ini, saya menarik kesimpulan, bahwa bila tips-tips dibawah ini dijalankan, Insya Allah akan meraih kemenangan di kompetisi/festival nasyid. Ok, gak usah lama2, berikut tipsnya:

  1. Pilih lagu yg BUKAN ACAPELA. Biasanya dalam sebuah festival/kompetisi nasyid, ada lagu pilihan dan lagi wajib, nah plih lagu yang bukan ACAPELA. Kenapa? Begini, menyanyikan lagu acapela itu gak gampang…butuh latihan yang intens dan serius. Buat perbandingan aja nih, Snada butuh waktu latihan intens 1 bulan untuk menggarap lagu “Ketika Kaki dan Tangan Bicara” secara acapela dan itu masih latihan terus sebelum kita tampil diatas panggung. Kira-kira baru PD banget nyanyiin lagu itu setelah 6 bulan deh…. Tuh 6 bulan hanya untuk satu lagu. Ya tentunya tergantung aransemennya juga ya. Jadi biar aman, pilih lagu yg bermusik aja deh. Bagi suaranya juga gak usah yg ribet2. Kecuali punya banyak waktu lebih, silahkan diaransemen lebih rumit lagi.
  2. Pilih lagu yang popular. Karena dengan memilih lagu yg sudah dikenal orang, penonton atau juri cendrung bisa menikmati lagu tersebut. Nah kalo mereka bisa nikmatin dah enak tuh. Minimal dah nambah satu point nilai.
  3. Bisa dinikmatin gak nasyidnya. Jujur deh, kalo saya jadi juri nasyid, yg pertama saya nilai adalah pada saat peseta mulai bernasyid. Kira2 saya bisa nikmatin gak saat mereka bernasyid. Kalo baru nyanyi dah fals gak karuan, wah gawat tuh. Saya langsung kasih penilaian paling rendah. Meskipun mereka pake kostum yang rapi dan bagus ya. Buat saya yg paling penting adalah nyanyinya bukan kostumnya. Namanya juga festival nasyid, yg dipertandingkan adalah “how you perform the song, right ?”
  4. Nyanyikan didepan orang. Ok, anggaplah dah latihan siang malam, udah lumayan keras nih latihannya. Satu hal yg penting yg harus diketahui adalah, bernyanyinyalah didepan orang dan minta dia menilai. Siapa aja deh, om kamu kek, tante kamu kek, kakek atau nenek kamu kek. Terserah. Kalo boleh sih yg memiliki taste musik yang bagus biar sekalian ada masukan. Tanyain ke orang tsb apakah dia bisa nikmatin apa yg kamu bawakan. Suruh dia komentarin. Presentasikan ke minimal 7 orang. Kalo 90% bilang mereka bisa nikmatin, dah lumayan aman dah. Berarti dah layak tampil di festival.
  5. Perhatikan kostum. Nah sekarang tinggal memperhatikan performacenya. Kostum juga memberikan kontibusi penilaian terhadap penampilan kamu. Let say ada dua peserta yg memiliki kemampuan bernyanyi yg sama, yg menentukan siapa yg menang adalah kostumnya. Jadi jangan remehkan kostum juga.
  6. Tenang aja gak usah grogi. Ini sering menjadi kendala. Terutama bagi tim nasyid baru. Memang gak gampang tampil diatas panggung bernyanyi, apalagi for the first time. Tapi ini bisa diatas dengan menganggap festival ini cuma latihan, latihan yg kebetulan ditonton orang banyak.
  7. Kalo perlu pake pelatih nasyid. Kalo kamu serius mau menang, apalagi ikut festival dalam rangka mewakili sekolah…wah wajib tuh pake pelatih. Pelatih ini perannya sangatlah penting. Dia yang membimbing kamu untuk berlatih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. Dengan pelatih kita jadi tahu kelebihan dan kekurangan kita saat bernyanyi. Apalagi kalo si pelatih sudah biasa ikut festival, ini akan sangat menguntungkan sekali.
  8. Berdoa, berdoa, berdoa. Jangan pernah melupakan kekuatan Allah. Niatkan ini dalam rangka membela agama Allah. Bukan untuk pamer-pameran keahlian. Dan buat saya pemenang sejati dalam festival nasyid adalah mereka yg terus bernasyid meskipun mereka kalah dalam festival tersebut.

Baca Selengkapnya......

Minggu, 09 Oktober 2011

Membuat Lagu dari Hati

Selain harus memiliki bagian mahal (bagian mahal apaan tuh? Kapan-kapan kita bahas ya ^_^) dan harus easy listening, ada dua cara lagi untuk memperbesar peluang sukses lagu itu. Indikator sukses disini adalah lagu itu banyak disukai oleh nasyid lovers.

Yang pertama, rasanya ini sudah banyak yang mengerti, yaitu dinyanyikan dengan hati. Cara kedua, yaitu lagu itu dibuat dengan hati. Sebagian besar lagu dengan cara ini bersinggungan erat dengan kisah nyata. Beberapa tips untuk membuat lagu dari hati, diantaranya:

Buatlah sesuai dengan pikiranmu. Jika kamu bukan tipe penulis lagu yang puitis, jangan memaksakan kata-kata puitis. Yang terpenting, pesan lagu sampai. Pun sebaliknya. Seorang pencipta lagu di ANN Jateng sering disebut aneh karena lirik-lirik yang ia ciptakan jauh dari kesan puitis dan kata-katanya tidak lazim untuk nasyid. Tapi, ia mengaku bahwa seperti itulah hatinya mengkomando untuk membuat lagu.
Jangan menunda. Saat kamu sedang bergembira bersama teman-teman, tiba-tiba kamu ingin membuat lagu tentang persahabatan, lakukan secepatnya. Mumpung suasana hatimu mendukung.Ingat bahwa lagu yang kamu ciptakan membawa misi pesan kebaikan, jadi cobalah untuk jujur menuliskan lirik.
Jangan bermaksud menulis lirik-lirik indah untuk dipuhttp://www.blogger.com/img/blank.gifji orang lain. Buatlah keindahan itu tercipta karena kejujuran kamu mengungkapkan.
Sebagian orang takut menuangkan kata hati ke sebuah lagu, karena pesan yang ingin disampaikan malah belum ia laksanakan. Misalnya lagu nikah, tapi yang membuat belum nikah; lagu tentang sholat, tapi yang buat malah bolong-bolong sholatnya. Positive thinking, guys! Bisa jadi kata hati itu malah menuntun kita untuk melaksanakan pesan yang belum kita laksanakan. So, tulis aja. Namanya juga manusia, senantiasa berproses lebih baik.
Lagu yang dibuat dari hati bukan berarti lagu egois dan absolut gue banget. Manakala ada kritik bin saran dari orang lain pada lagu itu, jangan menolak duluan. Cerna dan kajilah. Siapa tahu masukan itu membuat lagu kita makin ciamik.

Oke nasheed lovers, sekian dulu klinik diklat kita...^^
ANN Jateng

Baca Selengkapnya......